Kamis, 07 Maret 2013

Edisi Khutbah Jum'at



 واحد سليمان

URGENSI PENDIDIKAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله, الحمد لله الذي علم بالقلم, علم الإنسان مالم يعلم. أشهد أن لآ إله إلا الله وحده لاشريك له خالق العالم, وأشهد أن محمدا عبده ورسوله خير الأنام. اللهم صل وسلم علي سيدنا محمد وعلي أله وأصحابه المتمسكين بالإيمان والإسلام (أما بعد) فيا أيها المسلمون رحمكم الله أوصيكم ونفسي بتقوي الله وطاعته لعلكم تفلحون.
قال الله تعالي: ياأيها الذين امنوا إذا قيل لكم تفسحوا في المجالس فافسحوا يفسح الله لكم وإذا قيل انشزوا فانشزوا يرفع الله الذين امنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات والله بما تعملون خبير.

Hadirin Jama’ah Jum’at Yang Dimuliakan Allah
Dalam kesempatan jum’at kali ini, marilah kita sama-sama mengoreksi kesalahan serta kekurangan kita selama ini sehingga dengan ini kita semua bisa terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaaan kita semua kepada Allah SWT. Supaya kita bias meraih kebahagiaan baik didunia maupun diakhirat, serta bisa terhindar dari godaan zaman globalisasi yang semakin hari semakin tak terarah dan cenderung lupa sama nikmat Allah yang telah diberikan pada kita semua.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Ditengah-tengah perkembangan hidup yang semakin materialistis ini, dimana perkembangan dan kemajuan zaman semakin tinggi, globalisasi sudah dirasa sebagai kemajuan taraf hidup manusia, serta gaya hidup yang semakin tinggi dan konsumtif, dimana orang sudah tidak lagi repot-repot untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hanya uang bernilai saja yang menjadi ukuran kesejahteraan saat ini. Dengan uang apa yang diinginkan bisa terwujud. Oleh karena itu, melihat situasi dan kondisi perkembangan hidup yang sudah demikian ini tentu saja menjadikan manusia sebagai pelakunya dan dituntut untuk kritis, tanggap dan siap untuk berkompetitif, menjadikan hidup ini penuh dengan daya saing. Persaingan hidup serta derasnya gelombang globalisasi seperti sekarang ini harus bisa dijawab oleh para generasi muda dikemudian hari supaya tidak mudah tersingkirkan oleh ruang dan waktu.

Hadirin Jama’ah Jum’at Yang Berbahagia
Perlu kita sadari bahwa kebodohan yang ada dizaman globalisasi ini akan menenggelamkan kita dalam ketertinggalan, kebodohan sampai kapanpun tidak dapat mengantarkan kita pada sebuah kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya, terhormat atau mulia. Sebagaimana seseorang itu menjadi miskin, hal ini bukan semata-mata karena takdir Allah semata, melainkan karena lantaran kebodohanlah yang menyebabkan kita ini ditakdirkan menjadi orang miskin. Begitu juga kenapa seseorang itu menjadi hina, rendah didalam strata sosialnya ? tidak lain dan tidak bukan dikarenakan karena kebodohannya. Dengan kata lain, orang yang bodoh akan selalu diposisikan sebagai orang bawahan, rendah, hina, tak berguna dalam lingkungan. Berbeda dengan orang yang mempunyai ilmu, dia akan selalu menjadi orang yang dibutuhkan oleh ruang dan waktu, dia selalu dicari untuk menjadi rujukan di segala bidang. Dengan demikian, orang yang mempunyai ilmu akan mampu menjawab tantangan era globalisasi ini dan menjadi orang yang terhormat dihadapan sesama serta terhormat dimata Allah SWT. Sebagaimana firman Allah didalam Al-Qur’an surat Al-Mujadalah ayat 11 yang berbunyi:
يرفع الله الذين امنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

Hadirin Yang Dimuliakan Allah
Dari sinilah ilmu pengetahuan menjadi sesuatu yang sangat penting untuk menjadi bekal hidup. Karena orang yang berilmu akan selalu mampu menempatkan dirinya dimanapun dan kapanpun, Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadits.
من أراد الدنيا فعليه بالعلم ومن أراد الأخرة فعليه بالعلم ومن أرادهما فعليه بالعلم
“Barangsiapa menginginkan kehidupan dunia, maka dia harus menggunakan ilmu. Barangsiapa yang menginginkan kehidupan akhirat, maka dia harus menggunakan ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka dia harus menggunakan ilmu”.
Dengan demikian marilah kita bekali diri ini dengan ilmu pengetahuan supaya tidak salah dalam menjalani hidup yang fana’ ini. Begitu juga tanggungjawab orang tua terhadap anak agar dibekali ilmu yang setinggi-tingginya supaya kelak keturunan kita bisa bermanfaat bagi masyarakat nusa dan bangsa. Jangan biarkan anak cucu kita menjadi anak yang terbelakang, jangan biarkan anak cucu kita menjadi anak yang bodoh. Selamatkan anak cucu kita dengan ilmu. Sebagaimana firman Allah yang termaktub di Al-Qur’an surat an-Nisa’ ayat 9, yang berbunyi:
وليخش الذين لوتركوا من خلفهم ذرية ضعافا خافوا عليهم فليتقوا الله وليقولوا قولا سديدا
“Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”
Dan akhirnya, mudah-mudahan kita semua dijadikan sebagai orang yang selalu mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan, baik didunia maupun diakhirat kelak, amin, amin ya robbal alamin.
بارك الله لي ولكم في القران العظيم وقل رب اغفر وارحم وأنت خير الرحمين.

Selasa, 05 Maret 2013

PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN DIPESANTREN



 Pesantren adalah tempat bermukimnya para santri. Dunia pesantren mirip dengan akademi militer atau dalam arti yang berdiam dipesantren mengalami sebuah totalitas dalam beraktifitas kepesantrenan. Sedangkan pesantren lebih tepatnya bisa dikatakan sebagai subkultur dari masyarakat Indonesia, ini merupakan sebuah keunikan dinegeri Indonesia yang mana banyak sekali terdapat sebuah Pondok Pesantren.
Ada tiga elemen utama yang menjadikan pesantren sebagai sebuah subkultur: Pertama, pola kepemimpinan pesantren berada diluar kepemimpinan pemerintahan desa. Kedua, literaturnya universalnya yang terus terpelihara selama bertahun-tahun dan Ketiga, sistem nilainya sendiri yang terpisah dari  yang diikuti oleh masyarakat luas.

Kepemimpinan kyai dipesantren sangat unik, artinya masih mampu mempertahankan ciri-ciri pramodern, sebagaimana hubungan pemimpin-pengikut yang didasarkan atas sistem kepercayaan dibandingkan hubungan patron-klien yang semu, kepemimpinan ini sering didapat dalam masyarakat secara umum. Para santri mempercayai kepemimpinan kyai-nya karena santri masih percaya dengan barokah yang didasari oleh konsep emanasi dari para sufi. Betapapun pentingnya sisi kepemimpinan kyai ini, beliau tetap berkaitan dengan masalah bagaimana sang kyai memelihara hubungan kepemimpinan dengan masyarakat luas dan koleganya.
Secara padegogik, ini berarti segi paling penting dari pendidikan tercapai: suatu bimbingan yang terarah disiapkan oleh sang kyai kepada para santrinya. Sedangkan kader-kader militer mempunyai cita-cita untuk menjadi jenderal dimasa yang akan datang, begitu juga dengan santri, ia bercita-cita menjadi kyai dimasa mendatang, tanpa memandang besarnya pengorbanan fisik dan finansial yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Dari sudut hubungan kyai dan santri, kepemimpinan kyai meletakkan kerangka berfikir untuk melaksanakan kewajiban menjaga ilmu pengetahuan agama. Aspek sangat penting dari kepemimpinan kyai ini kerap diabaikan dalam usaha-usaha memodernisasi pesantren. Oleh karena itu, maka sungguh penting mengikutsertakan fokus atas peran padegogik kyai ini dalam kajian-kajian lebih lanjut mengenai pesantren.
Elemen dasar ketiga dari pesantren adalah sistem nilainya sangat unik. Betdasarkan pada ketaatan terhadap ajaran Islam dalam praktik sesungguhnya, sistem nilai ini tidak dapat dipisahkan dari elemen-elemen dasar lainnya, yaitu kepemimpinan kyai dan literatur universal yang digunakan oleh pesantren. Implementasi hukum-hukum yang ada dikitab klasik secara total dalam kehidupan sehari-hari, baik oleh kyai maupun oleh santrinya merupakan sebuah legetimasi yang tak bisa terbantahkan.
Peranan pesantren telah menjawab tantangan-tantangan masa lalu di Indonesia dengan sukses. Sementara sistem pondok sebagai penginapan sufi (zawiyah). Dengan ini menunjukkan bahwa pesantren di Indonesia menunjukkan kemampuan unik untuk menanggapi dengan cara yang lebih kompleks daripada semata-mata menolak bentuk pendidikan yang berupa sekolah.

Senin, 04 Maret 2013

VISI & MISI MADRASAH DINIYAH BURHANUL ABROR





VISI DAN MISI MADRASAH DINIYAH BURHANUL ABROR
BESUKI – SITUBONDO

VISI
“TERBENTUKNYA INSAN BERKARAKTER ULUL ALBAB MENJADI SANTRI YANG BERTAQWA, BERILMU, BERAKHLAK AL-KARIMAH, BERPANDANGAN KEDEPAN, BERTANGGUNGJAWAB SERTA BERGUNA BAGI MASYARAKAT SESUAI AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH”

MISI
1.     MENINGKATKAN JIWA SANTRI SELALU BERTAQWA KEPADA ALLAH SWT DENGAN BERLANDASKAN KEIKHLASAN SERTA MENJUNJUNG TINGGI AKHLAK AL-KARIMAH.
2.     MENANAMKAN JIWA SANTRI YANG SELALU HAUS KEILMUAN DALAM RANGKA MENATA MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK YANG BERGUNA BAGI MASYARAKAT.
3.     MEMILIKI JIWA SANTRI YANG BERTANGGUNGJAWAB ATAS AMANAH.
4.     MEMBENTUK SANTRI YANG BERILMU AMALIYAH, BERAMAL AMALIYAH BERHALUAN AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH.

MOTTO SANTRI
“JANGAN MERASA BISA TAPI BISA MERASA”